Senin, 02 Februari 2015

wisma tumapel


Angkernya Wisma Tumapel




Gedung Wisma Tumapel, tempat favorit hunting foto
Gedung Wisma Tumapel, tempat favorit hunting foto (ca4)

Pengunjung Pantang Berteriak

KOTA MALANG, SELAIN TERKENAL DENGAN TEMPAT YANG SEJUK DAN KULINERNYA YANG KHAS, TERNYATA JUGA TERDAPAT BANYAK GEDUNG KUNO TAK TERAWAT YANG TETAP BERDIRI KOKOH MENYIMPAN BANYAK MISTERI ….
Gedung Wisma Tumapel, tempat favorit hunting foto
Gedung Wisma Tumapel, tempat favorit hunting foto (ca4)
Bukan untuk menakut­ nakuti, tetapi beberapa di antara para pecinta fotografi Malang Raya tentu tidaklah asing dengan tempat favorit untuk pemotretan, yaitu di Wisma Tumapel Kota Malang.
Gedung yang terletak di Jl Tumapel No 1 Kota Malang, berdekatan langsung dengan pasar burung splendid ini, hampir setiap harinya tak sepi pengunjung khususnya dari pecinta fotografi. Mulai dari kalangan pelajar sampai yang terbanyak biasanya dari kalangan mahasiswa.
Namun jangan salah, gedung peninggalan zaman penjajah Belanda ini ternyata mempunyai segudang misteri yang tersimpan. Konon dari cerita yang berhembus di masyarakat, penghuni setia wisma ini konon adalah sesosok hantu Nonik Belanda yang katanya sering menampakkan dirinya di lorong dan jendela, karena merasa terganggu.
Demi menjaga keamanan dari gangguan mahluk halus, biasanya petugas jaga mengingatkan para pengunjung yang datang untuk menjaga sikap dan tidak bikin gaduh.
Sepanjang lorong tampak hening
Sepanjang lorong tampak hening (ca4)
“Pengunjung yang datang, harus patuh. Menjaga lisan agar tidak berbicara kotor saat berucap,” kata Harmanto petugas.
Dijelaskannya, pada isu sosok mistis hantu belanda yang telah banyak beredar di masyarakat setelah ada penayangan di salah satu televisi swasta nasional pada acara“dunia lain” bukanlah masalah bagi dirinya. Wisma Tumapel tampak jelas sebuah gedung kuno, bukan berarti segala bentuk mistis terus berkembang disini.
Meskipun demikian dirinya tetap percaya bahwa di gedung milik salah satu perguruan tinggi Malang ini, ada penunggunya.
“Sebagai petugas jaga, saya kerap tidur di dalam wisma, namun saya percaya dengan tidak mengusiknya dengan menjaga lisan, maka Insya Allah mereka tidak akan mengganggu kita,” ungkapnya. (ca4)

sejarah Candi Borobudur


Sejarah Candi Borobudur

Candi borobudur merupakan salah satu obyek wisata yang terkenal di Indonesia yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Candi Borobudur didirikan sekitar tahun 800-an Masehi oleh para penganut agama Buddha Wahayana. Dalam sejarah candi borobudur, terdapat berbagai teori yang menjelaskan asal usul nama candi borobudur. Salah satunya menyatakan bahwa nama borobudur kemungkinan berasal dari kata Sambharabhudhara yang artinya “gunung” (bhudara) di mana di lereng-lerengnya terletak teras-teras.
Selain itu terdapat beberapa etimologi rakyat lainnya. Misalkan kata borobudur berasal dari ucapan “para Buddha” yang karena pergeseran bunyi menjadi borobudur. Penjelasan lain ialah bahwa nama ini berasal dari dua kata “bara” dan “beduhur”. Kata bara konon berasal dari kata vihara, sementara ada pula penjelasan lain di mana bara berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya kompleks candi atau biara dan beduhur artinya ialah “tinggi”, atau mengingatkan dalam bahasa Bali yang berarti “di atas”. Jadi maksudnya ialah sebuah biara atau asrama yang berada di tanah tinggi.
Sejarawan J.G. de Casparis dalam disertasinya untuk mendapatkan gelar doktor pada 1950 berpendapat bahwa Borobudur adalah tempat pemujaan. Berdasarkan prasasti Karangtengah dan Kahulunan, Casparis memperkirakan pendiri Borobudur adalah raja Mataram dari wangsa Syailendra bernama Samaratungga, yang melakukan pembangunan sekitar tahun 824 M.
Bangunan raksasa itu baru dapat diselesaikan pada masa putrinya, Ratu Pramudawardhani. Pembangunan Borobudur diperkirakan memakan waktu setengah abad. Dalam prasasti Karangtengah pula disebutkan mengenai penganugerahan tanah sima (tanah bebas pajak) oleh Çr? Kahulunan (Pramudawardhani) untuk memelihara Kam?l?n yang disebut Bh?misambh?ra. Istilah Kam?l?n sendiri berasal dari kata mula yang berarti tempat asal muasal, bangunan suci untuk memuliakan leluhur, kemungkinan leluhur dari wangsa Sailendra. Casparis memperkirakan bahwa Bh?mi Sambh?ra Bhudh?ra dalam bahasa sansekerta yang berarti “Bukit himpunan kebajikan sepuluh tingkatan boddhisattwa”, adalah nama asli Borobudur.
Letak candi ini diatas perbukitan yang terletak di Desa Borobudur, Mungkid, Magelang atau 42 km sebelah laut kota Yogyakarta. Dikelilingi Bukit Manoreh yang membujur dari arah timur ke barat. Sementara di sebelah timur terdapat Gunung Merapi dan Merbau, serta disebelah barat ada Gunumg Sindoro dan Gunung Sumbing.
Dibutuhkan tak kurang dari 2 juta balok batu andesit atau setara dengan 50.000m persegi untuk membangun Candi Borobudur ini. Berat keseluruhan candi mencapai 3,5 juta ton. Seperti umumnya bangunan candi, Bororbudur memiliki 3 bagian bangunan, yaitu kaki, badan dan atas. Bangunan kaki disebut Kamadhatu, yang menceritakan tentang kesadaran yang dipenuhi dengan hawa nafsu dan sifat-sifat kebinatangan. Kemudian Ruphadatu, yang bermakna sebuah tingkatan kesadaran manusia yang masih terikat hawa nafsu, materi dan bentuk. Sedangkan Aruphadatu yang tak lagi terikat hawa nafsu, materi dan bentuk digambarkan dalam bentuk stupa induk yang kosong. Hal ini hanya dapat dicapai dengan keinginan dan kekosongan

Ancaman Ranu Pani

Ancaman di Balik Keindahan Danau Ranu Pani


Republika/Erik Purnama Putra
Danau Ranu Pani
A+ | Reset | A-
 
Di balik keindahan Desa Ranu Pani, tersimpan bahaya mengancam. Kerusakan lingkungan yang terjadi di Danau Ranu Pani berpotensi dapat mengganggu kehidupan sekitar 2.000 warga yang mendiami kawasan tersebut. Laju sedimentasi yang sangat cepat membuat luasan danau ini terus menyusut. Dari luas semula satu hektare lebih, kini diperkirakan tinggal 0,75 hektare.
 
Kalau dibiarkan bukan tidak mungkin danau yang terletak di Desa Ranu Pani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, ini bisa hilang. Padahal, keberadaan danau ini sangat vital bagi masyarakat Suku Tengger yang mendiami kawasan itu.
 
Selain menyebabkan habibat asli terganggu, keberadaan danau juga terancam mengalami kekeringan akibat berkurangnya debit air pada musim kemarau. Kalau tidak segera ditangani, danau yang berfungsi sebagai tempat penampungan air ini bisa meluap ketika musim penghujan tiba lantaran kapasitasnya yang semakin mengecil.
 
Dari sekitar 50 ribu hektare luas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), warga menguasai lahan sekitar 400 hektare. Kelangsungan Danau Ranu Pani yang dikelilingi perbukitan mulai terganggu akibat alih fungsi lahan. Kurangnya pemahaman atas pemanfaatan lahan membuat bukit hijau yang ditumbuhi pepohonan berganti menjadi ladang sayuran.
 
“Tanah di perbukitan yang subur sangat gembur, sehingga mudah terbawa turun ke danau,” kata Kepala Balai Besar TNBTS Ayu Dewi Utari kepada Republika, belum lama ini. Sebagai perbandingan, 300 meter ke utara terdapat Danau Ranu Regulo yang kondisinya relatif baik karena area perbukitan masih alami. Meski juga mengalami sedimentasi, namun ancamannya tidak sebesar Danau Ranu Pani.
 
Masalah mendasar
Ranu Pani adalah desa terakhir bagi pendaki yang ingin menuju puncak Gunung Semeru. Kawasan ini termasuk ke dalam TNBTS yang ditetapkan sebagai hutan konservasi. Desa yang dihuni Suku Tengger ini berada di ketinggian 2.100 meter di atas permukaan laut (dpl).
 
Suku Tengger merupakan keturunan asli masyarakat Jawa yang hidup di era Kerajaan Majapahit pada enam hingga delapan abad lampau. Karena sudah mendiami kawasan ini secara turun-menurun, warga tetap mendapat keistimewaan bisa menggarap lahan miliknya. Sayangnya, kurangnya pemahaman warga dalam memanfaatkan lahan berdampak terhadap kelangsungan debit air danau.
 
Sebenarnya, ada tiga persoalan mendasar mengapa Danau Ranu Pani mengalami penyempitan. Harus diakui, pembukaan perbukitan sebagai lahan pertanian menyebabkan terjadinya erosi. Pepohonan besar diganti dengan tanaman bawang merah, kentang, kubis, dan wortel yang tak bisa diandalkan untuk menahan pengikisan tanah.
 
Dampaknya, tanah di perbukitan tidak lagi keras. Setiap saat, khususnya pada musim hujan, terjadi pengikisan tanah yang terbawa turun hingga mengendap di danau. Masalah sampah dan berkembangnya tanaman paku air (salvinia molesta) juga turut menyumbang penyempitan luasan danau.
 
Banyaknya pendaki maupun pengunjung yang dengan seenaknya membuang sampah, serta menyebarnya tanaman gulma membuat danau yang tersohor keindahannya ini mengalami degradasi. Belum lagi terbawanya sisa pupuk dan sampah organik dari ladang milik warga turut mempercepat kerusakan lingkungan.
 
Menumpuknya beragam limbah itu konsekuensinya membuat kedalaman danau semakin berkurang. Air danau tidak lagi jernih seperti beberapa tahun lalu ketika saya berkunjung ke sini. Lumpur yang mengendap di dasar danau membuat air berwarna kecoklatan.
 
Balai Besar TNBTS yang memiliki kewenangan untuk mengelola hutan lindung juga kurang bisa menjalankan tugasnya dengan baik. Nyatanya, penyelamatan lingkungan tidak berjalan maksimal. Terbukti, cakupan air danau terus menipis dari waktu ke waktu. “Lima tahun lalu, kedalaman Danau Ranu Pani mencapai 12 meter. Sekarang, di tengah danau kedalamannya hanya tujuh meter,” kata Ayu Dewi.
 
Karena semakin dangkal, perahu milik petugas Balai Besar TNBTS tidak lagi beroperasi. Dermaga yang dibangun di belakang Pos Pendakian Ranu Pani itu terkesan tidak terawat. Biota, seperti burung belibis yang sekitar 10 tahun lalu masih menjadi penghuni Danau Ranu Pani, sekarang tidak terlihat lagi. Hanya tersisa dua ekor angsa putih milik warga yang setiap harinya terlihat hilir mudik mengitari danau.
 
Di pinggiran danau sepanjang tiga meter banyak ditumbuhi ilalang, yang dulunya tanah itu masih terendam air danau. Padahal, ketika itu sudah memasuki musim penghujan. Bahkan, di sisi barat danau yang dekat dengan permukiman warga, terbentuk sebuah lapangan sepak bola mini seluas dua kali lapangan voli. Kondisi itu dimanfaatkan warga untuk membuka warung sederhana.
 
Melihat laju penyempitan danau yang terasa cepat, membuat Ayu Dewi harus bertindak lebih sigap untuk menyelamatkan danau ini. Kebijakan itu harus dilakukan untuk menyelamatkan hutan primer dengan tidak merugikan masyarakat. Pasalnya, kalau mengandalkan metode konvensional dengan mengeruk lumpur dari dalam danau tidak sebanding dengan laju sedimentasi yang cepat.
 
“Kalau kita tidak bergerak menggandeng masyarakat untuk berkejaran dengan alam, nanti danau ini bisa saja kering dan menghilang,” katanya. Ia melanjutkan, “Intinya, sedang dikaji opsi untuk mengharmoniskan taman nasional dan pariwisata dengan melibatkan masyarakat.”
 
Solusi
Kepala Seksi Konservasi Balai Besar TNBTS Wilayah Ranu Pani, Sucipto menekankan, masalah penyempitan luas Danau Ranu Pani hanya bisa diselesaikan dengan penghijauan. Gerakan reboisasi tentu saja harus dilakukan bersama dengan masyarakat secara sistematis dan berkelanjutan.
 
Untuk itu, pihaknya terus melakukan edukasi agar kesadaran terhadap lingkungan semakin tumbuh di kalangan warga. Sucipto tidak kurang-kurang memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk berperan aktif menjaga alam. Meski warga sudah berkontribusi lebih, seperti membuat bank sampah, namun penumbuhan edukasi untuk memaksimalkan potensi alam masih perlu ditingkatkan.
 
Dia sadar, penghasilan utama warga adalah dari berladang. Uang yang didapat dari hasil panen sayuran itu lah yang digunakan warga untuk mencukupi kehidupan sehari-hari. “Di situ lah letak masalahnya. Tidak sedikit bukit yang ditanami warga berdampak terhadap kelangsungan Danau Ranu Pani,” katanya.
 
Ia mengakui, tidak memiliki kewenangan untuk melarang masyarakat agar tidak menanam sayuran di lahan miliknya. Hanya saja, sangat mendesak direalisasikan gerakan mengembalikan fungsi lahan seperti semula agar agar erosi dapat dicegah atau setidaknya diminimalisasi.
 
Caranya, saran dia, adalah mengubah jenis tanaman yang sekiranya tetap menghasilkan, dan bisa disandingkan dengan pepohonan besar. Tentu saja hal itu tidak serta-merta disetujui karena warga takut kehilangan penghasilan. Untuk mengantisipasi hal itu, Sucipto sudah menyiapkan ide mengubah tatanan kawasan di sekitar Ranu Pani menjadi kawasan ecotourism alias kegiatan pariwisata berbasis lingkungan.
 
“Kami ingin agar desa ini menjadi tempat wisata. Tidak seperti sekarang, wisatawan yang ingin ke Ranu Kumbolo dan puncak Semeru hanya numpang lewat saja,” ujarnya.
 
Direktur Kehutanan dan Konservasi Sumber Daya Air Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Basah Hernowo, menilai rencana pengerukan danau bukan menjadi solusi satu-satunya untuk mengatasi pendangkalan. Ia menyarankan, persoalan di hulu harus diatasi terlebih dulu dengan mengembalikan fungsi lahan.
 
Karena kalau persoalan sedimentasi bisa dikendalikan, baru proses pengerukan danau bisa dilakukan secara maksimal. Menurut dia, sudah saatnya masyarakat mulai memikirkan ancaman kekeringan air danau. Karena kalau sampai danau yang berfungsi sebagai tadah air hujan ini sampai mengering, dapat dipastikan sumber air lain bakal mengikuti.
 
Ia berharap, kasus hilangnya Danau Ranu Darungan yang mengering karena faktor musim kemarau yang berkepanjangan dan akibat ulah warga yang tak bisa menjaga lingkungan di sekitarnya, tidak dialami Danau Ranu Pani. “Pengerukan lumpur dan pengembalian fungsi hutan menjadi cara satu-satunya mencegah Danau Ranu Pani agar nantinya tidak kering,” kata Basah.
Rencana itu mendapat dukungan penuh dari Karang Taruna Sadar Wisata Ranu Pani. Salah satu anggota karang taruna, Hermanto menyetujui ide menjadikan desanya sebagai kawasan wisata. Selain dapat menyelamatkan Danau Ranu Pani dari ancaman kekeringan, juga bisa menjadi alternatif penghasilan warga ketika jalur pendakian ditutup.
 
Selama ini, selain dari hasil pertanian, warga banyak menggantungkan pendapatan dengan menjadi porter (pengangkut barang) pendaki. Hanya saja, ia menyangsikan gagasan itu segera terwujud lantaran sudah beberapa kali mendengar wacana serupa. “Kita tunggu realisasinya.”
 
Yudi Irwanda, pemandu wisata lokal, menyatakan potensi pengembangan Danau Ranu Pani sangat besar apabila digarap secara maksimal. Selain menawarkan keindahan alam yang sulit ditandingi, topografi yang berada di antara perbukitan membuat danau sangat layak untuk dinikmati wisatawan. Pihaknya menjamin warga sangat terbuka untuk bersama-sama menyelamatkan kerusakan lingkungan di Danau Ranu Pani.
 
Tapi, dengan tidak membolehkan warga menanam sayuran, tanpa ada sumber pemasukan lain sama saja menciptakan persoalan baru. Yang pasti, pihaknya menginginkan kelestarian danau tetap terjaga, tanpa merugikan warga. “Masalah sarana dan infrastruktur pendukung untuk menjadikan Ranu Pani sebagai kawasan wisata juga perlu dipikirkan,” 

surga Ranu Kumbolo

Dinginnya Ranu Kumbolo, Surga Gunung Semeru

Mendaki...melintas bukit....
Berjalan letih menahan berat beban....
Bertahan di dalam dingin....
Berselimut kabut Ranu Kumbolo.......

"Mahameru" by Dewa 19

Lirik lagu Dewa 19 diatas seakan mewakili keindahan sebuah danau yang terletak diGunung Semeru yaitu Ranu Kombolo. Bagi para pecinta alam atau pendaki gunung, Ranu Kumbolo bak surga di tengah ganasnya gunung tertinggi di tanah Jawatersebut.  

dinginnya ranu kumbolo
Ranu Kumbolo

ranu kumbolo semeru
Pos pendaftaran
Terletak di ketinggian 2.400 meter dpl, Ranu Kumbolo merupakan sumber air bersih bagi para pendaki Gunung Semeru yang tengah berkemah atau yang akan mendaki ke Mahameru, puncak Gunung Semeru. Dengan debit air yang melimpah dan tak pernah surut, Ranu Kumbolo menjadi titik berkumpulnya para pendaki untuk mendirikan tenda.

Keindahan Ranu Kumbolo memang tak perlu diragukan lagi. Di sana, para pendaki biasanya berburu sunrise yang memang begitu mengagumkan. Matahari pagi muncul di sela-sela dua bukit hijau berpadu dengan beningnya air danau menjadi sebuah panorama yang tak terucap. 

surga gunung semeru
Menanti Sunrise
Tidak hanya di pagi hari, pada siang menjelang sore, kabut putih mulai turun menyelimuti Ranu Kumbolo yang tak kalah indahnya. Di malam hari, bila kamu membawa kamera DSLR, kamu bisa mengabadikan gugusan bintang-bintang galaksi Bima Sakti yang bertebaran di langit, yang tak akan kamu dapatkan di kota-kota besar. 

Biasanya di sekeliling Ranu Kumbolo berdiri puluhan tenda warna-warni yang bermalam di sana sebelum melanjutkan perjalanan naik ke puncak ataupun turun ke Ranu Pani. Air di Ranu Kumbolo ini aman dikonsumsi meskipun tidak dimasak. Agar air di Ranu Kumbolo ini tetap layak konsumsi, di sana dipasang papan larangan untuk mandi atau berenang di danau, serta buang air kecil dan besar. Dibutuhkan kesadaran lebih agar Ranu Kumbolo tetap lestari dan bisa dinikmati anak cucu kita.

berkemah di ranu kumbolo
Tenda warna-warni

ranu kumbolo
Dari atas bukit
Karena terletak di ketinggian 2.400 mdpl, temperatur udara di Ranu Kumbolo bisa mencapai minus 5 derajat Celcius pada malam hari, itu terlihat pada rumput-rumput dan tenda yang diselimuti embun yang berubah menjadi es. Jadi bila kamu ke Ranu Kumbolo, pastikan membawa jaket tebal yang cukup, kaos kaki, sarung tangan dansleeping bag bila tak mau menggigil.

korban semeru
Kenangan

korban gunung semeru
In Memoriam
Di sekitar Ranu Kumbolo terdapat beberapa plakat para pendaki yang meninggal dunia disana. Memang Gunung Semeru bukan sembarang gunung. Dibutuhkan fisik yang prima untuk mendakinya, meskipun hanya sampai Ranu Kumbolo. Setidaknya lari pagi tiap hari selama satu minggu dulu sebelum mendaki Gunung tertinggi di Pulau Jawa ini.

10 Kekayaan alam Indonesia
Indonesia adalah negara yang kaya raya. Potensi kekayaan alamnya sangat luar biasa, baik sumber daya alam hayati maupun non hayati. Bisa dibayangkan, kekayaan alamnya mulai dari kekayaan laut, darat, bumi dan kekayaan lainnya yang terkandung di dalam bumi Indonesia tercinta ini mungkin tidak bisa dihitung. Apabila dilihat secara geografis,dari sabang sampai merauke, terbentang tidak sedikit pulau yang ada di Indonesia. Dengan pulau besar, mulai pulau jawa, sumatra, kalimantan, sulawesi serta Irian Jaya. Namun disamping itu,terdapat pula ribuan pulau yang mengelilingi alam Indonesia. Oleh karena itu, Indonesia merupakan negara kepulauan yang mempunyai kekayaan alam yang sangat besar.
Berikut ini 10 kekayaan alam Indonesia yang tidak dimiliki Negara lain:
1. Tambang Emas Kualitas Terbaik di-Dunia
Lokasi: Papua, Indonesia
Produksi emas di 2011: 1.444.000 ons atau 40.936 kg
Luas area: 527.400 hektar
Penambang: Freeport-McMoRan Copper & Gold
Jenis tambang: terbuka dan bawah tanah
2. Cadangan Gas Alam Terbesar Di Dunia
Cadangan Gas Alam Indonesia adalah yang terbesar di dunia. Antara lain di Blok Natuna dan Blok Cepu yang menghasilkan sekitar 200 kaki kubik minyak bumi dan gas alam. Tetapi lagi-lagi yang menikmati ini adalah bangsa lain, karena pengelolanya adalah Exxon Mobil. PERTAMINA – Perusahaan milik Negera ini saat ini sudah mulai bersaing di pasar global.
3. Tambang Batu Bara Terbesar Di Dunia
Batubara yang juga tak kalah berharganya di dunia ini, ternyata tempat terbesarnya juga berasal dari Indonesia . Dari berbagai media internasional menyebutkan bahwa di Indonesia lah yang mempunyai sumber tambang batu bara terbesar di dunia. Kita patut bersyukur potensi sudah dikelola oleh PT. Bukit Asam.
4. Kesuburan Tanah Terbaik Di Dunia
Tak ada yang meragukan kualitas tanah Negeri Kita yang sangat-sangat subur . Hampir semua lahan di Negeri Kita bisa ditanami Tumbuhan-tumbuhan apapun. Namun sayang, harusnya kita bisa seperti Filipina yang jadi Eksportir beras dunia, dan Malaysia yang menguasai Kelapa Sawit dunia, atau seperti Swiss dan Brazil yang jadi Rajanya Coklat dan Kopi.
Yang terpenting sekarang kita sebagai generasi bangsa harus ikut menjaga anugerah ini . Jangan sampai rusak karena perbuatan yang nggak bertanggung jawab.
5. Lautan Terluas Di Dunia
Negara ini punya Lautan terluas di dunia, hingga tidak heran memiliki jutaan spesies ikan yang tidak dimiliki negara lain. Indonesia letaknya sangat strategis dikepit oleh dua samudera yaitu samudera hindia dan samudera pasifik.
6. Hutan Tropis Terbesar Di Dunia
Indonesia adalah Negara dengan Hutan Terluas Di Dunia, bahkan semua negara di dunia menyebut Indonesia adalah Paru-paru Dunia Terbesar. Letaknya di pulau sumatra, kalimantan dan sulawesi. Bumi ini sangat tergantung sekali dengan hutan tropis ini untuk menjaga keseimbangan iklim karena hutan hujan amazon tak cukup kuat untuk menyeimbangkan iklim bumi.
7. Tempat Wisata Eksotis Terbesar Di Dunia
Candi Borobudur merupakan salah satu candi Budha terbesar di dunia.
Pulau Komodo terletak di sebuah selat antara Pulau Flores di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Sumbawa di Nusa Tenggara Barat (NTB). Di Pulau Komodo terdapat kadal terbesar di dunia, yaitu biawak Komodo (Varanus komodoensis).Pulau ini termasuk salah satu pulau terindah di Dunia. Pulau Bali merupakan pulau wisata terbaik di dunia.
8. Jumlah Pulau
Indonesia memiliki jumlah pulau terbanyak di dunia yang menurut kajian citra satelit berjumlah 18.306 pulau, pulau yang sudah diberi nama ada 7.870 sedangkan yang belum diberikan nama berjumlah 9634 pulau.
9. Bahasa
Lebih dari 583 bahasa yang berada di Indonesia. Tetapi bahasa nasional Indonesia adalah Bahasa Indonesia. Walaupun Indonesia memiliki banyak bahasa tetapi Bahasa Jawa adalah bahasa yang paling banyak dipakai/digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
10. Negara Maritim Terbesar Didunia
Kita tahu Indonesia memiliki luas laut 93.000 km2, panjang pantainya pun sekitar 81.000 km2 atau 25 % panjang pantai yang ada di seluruh dunia. Selain itu Indonesia juga memiliki terumbu karang yang sangat banyak dan semuanya indah.

Pantai LOSARI Makasar


pantai losari
Siapa yang tidak mengenali pantai Losari? Pantai Losari adalah salah satu ikon dari kota Maksasar. Pantai Losari terletak di kawasan di pesisir Kota Makassar. Letaknya di dalam kota, hanya sekitar tiga kilometer dari pusat Kota Makassar.
Untuk menuju ke pantai Losari pun sangatlah mudah. Para pengunjung bisa menggunakan taksi atau angkutan kota. Kebanyakan orang kalau sebut Kota Makassar pasti ingatannya akan tertuju ke pantai yang pernah dijuluki restoran terpanjang di asia ini.
Dahulunya, pantai ini merupakan pantai dengan meja terpanjang di dunia. Hal ini dikarenakan sepanjang pantai tersebut telah berjejer warung-warung tenda. Namun, saat ini sudah tidak lagi dikarenakan warung-warung tersebut telah direlokasi ke tempat yang tidak jauh dari kawasan wisata.
Tak hanya itu, pantai Losari juga m emiliki pesona yang menjadi kebanggaan bagi orang-orang Makassar yaitu sang mentari yang terbenam disore hari. Matahari terbenam tersebut merupakan daya tarik utama yang membuat orang datang ke pantai Losari ini. Konon, Pantai Losari memiliki panorama sunset terindah di dunia.
Setiap sore hari ratusan orang sengaja datang untuk menyaksikan panorama matahari merah seperti tenggelam ke dalam lautan. Maka dari itu, jangan lewatkan Sunset di Pantai Losari. Agar pantai terlihat lebih indah dan nyaman untuk dikunjungi, pemerintah kota Makassar telah membuat anjungan yang bernama Pelataran Bahari. Anjungan ini berbentuk setengah lingkaran dengan luas hampir satu hektar. Di tempat tersebut, pengunjung bisa bermain-main atau sekedar duduk-duduk menikmati semilir angin laut.
Sementara itu, di sekitar pantai ini terdapat banyak kafe-kafe dan restoran yang menyajikan makanan laut yang masih segar. Tak hanya itu, para pengunjung juga dapat menikmati makanan khas Kota Makassar, seperti pisang epek, pisang ijo, coto Makassar, sop konro, dan lain sebagainya.
Disepanjang pantai banyak juga terdapat penginapan, baik hotel kelas melati sampai hotel berbintang. Terdapat juga rumah sakit dan pusat perbelanjaan emas serta kerajinan  khas Makassar. Lokasi pantai ini terletak di Jantung Kota Makasar, yaitu di Jalan Penghibur sebelah barat Kota Makassar.

surganya tanjung benoa

Tanjung Benoa, Surganya Wisata Air di Bali

Rabu, 1 Januari 2014 | 10:12 WIB
JOKO DWI CAHYANA Suasana Pantai Tanjung Benoa, Bali.
KOMPAS.com - Pulau Bali atau yang dikenal dengan sebutan Pulau Seribu Pura ini sungguh luar biasa pesona keindahannya. Hingga hampir setiap obyek wisata selalu dipenuhi oleh wisatawan.

Salah satu pantai yang dikenal sebagai surga wisata air adalah Pantai Tanjung Benoa. Pantai yang letaknya di Kecamatan Tanjung Benoa, Kabupaten Badung dengan jarak tempuh sekitar 45 menit dari Denpasar, ibu kota Provinsi Bali.

Pantai Tanjung Benoa merupakan salah satu pantai yang memiliki memiliki pasir putih dan ombaknya yang relatif tenang membuat pantai ini sangat cocok untuk tujuan liburan bersama keluarga. Seperti pantai lainnya, Pantai Tanjung Benoa juga akan memberikan anda tempat wisata yang memiliki keunikan dan keindahannya sendiri.

Akses yang mudah ditempuh menuju Pantai Tanjung Benoa sehingga banyak wisatawan datang. Di kawasan pantai ini juga tersedia areal parkir kendaraan, kios cenderamata, hotel dan rumah makan di sekitar pantai serta kebersihannya juga cukup terjaga.

JOKO DWI CAHYANA Salah satu olahraga air di Pantai Tanjung Benoa, Bali.
Tempat ini sangat bagus bagi Anda yang menyukai olahraga air yang tidak boleh lewatkan. Beragam kegiatan olahraga air yang ada di pantai ini adalah banana boat, jet ski, parasailing, snorkeling, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Para wisatawan dapat dinikmati olahraga air mulai jam 8 pagi sampai 2 siang. Semua olahraga air dilengkapi oleh pemandu dan harga sudah termasuk asuransi sehingga keselamatan Anda selalu terjamin.

Harga yang dikenakan untuk menikmati berbagai sarana olahraga air itu pun bermacam-macam dengan jaminan wisatawan akan merasa puas setelah menikmati olahraga air tersebut.

Selain olahraga air, pesona lain pantai ini adalah Pulau Penyu. Disebut Pulau Penyu, karena pulau ini merupakan tempat penangkaran berbagai spesies penyu yang sudah mulai langka. Pulau ini yang berjarak kurang lebih 30 menit perjalanan dengan perahu.

Untuk mencapai lokasi ini, wisatawan harus menaiki perahu beralas kaca alias glass bottom yang memungkinkan menikmati pemandangan bawah laut selatan Bali yang indah. Tarif sewa perahu sekitar Rp 50.000 per orang.

JOKO DWI CAHYANA Penyu di Pantai Tanjung Benoa, Bali.
Selain penyu, di pulau ini juga terdapat beberapa hewan lain seperti elang laut, rangkong, kelelawar, dan ular yang sudah jinak. Wisatawan juga bisa berpose di depan kamera bersama hewan-hewan tersebut.

Berdasarkan data, wisatawan yang datang ke Pantai Tanjung Benoa paling banyak wisatawan mancanegara. Hal ini dibenarkan oleh pemilik Hotel Novotel Tanjung Benoa, yang mengatakan bahwa kunjungan wisatawan ke pantai ini terlihat ramai pada akhir pekan dan liburan anak sekolah, itu tercermin dari semakin banyak tamu yang menginap di hotelnya. (JOKO DWI CAHYANA)